Install Theme

Petani Sokawati

| Kang Rendra Agusta |
Writer | Jungle and Mountain Explorer | Filolog | Culture Observer | Trainer | Animisme Progressive |

"hei Tambangraras Kekasihku, di jalan ada perjumpaan dan sua kembali. Tetapi kita berjalan sendiri-sendiri. Kubawa ragaku menempuh kemegahan Suluk, dan kamulah tembang laras suluk itu. Kau mengira aku pergi, padahal aku mengembara di dalam dirimu."

-tambang raras

dewangkara kingkin hima ngumbara

image

ada kerinduan yang melekat pada setiap nada. Diatonis atau pentatonis, sudah biasa didengarkan oleh para guru. Kembara bumi, menghasilkan senandung resah, daun gugur dan tepukan jerami.

Redup mentari akan hadir dalam setiap manusia, saat tenggelamnya semangat oleh karena hal nyata. Lupa akan tiada yang kembali ke tiada. Kingkin, melepas perasaan suram sayang.

Tak bisa merengkuh ajaranmu, karena capai akan pencapaian. Aku membiarkanmu ngumbara, dan kabut rindumu masih melekat lengket saja di sini. 

Sloka-sloka yang bertinta merah saga, kemiri dan darah. Sisa jemari tertigas karas, karena peragu pemalu. Melepas menangkap bergantian, selamat mengembara dara, ke udara. Aku kembali ke Sapta Arga, sayang.

"membedakan manusia atas dasar dogma, mengkotak-kotakkan manusia atas dasar kemampuan. Jenjang junjung yang dijinjing"

"Nora gampang wong urip merdika, sangune kudu wani, tan gumantung ing liyan, madeg dhiri pribadhi, wani korban jiwa, raga lan pati, jer basuki mawa beya wis mesthi"

© Petani Sokawati

Theme by Dubious Radical